Berita Terbaru

Fri, 21 Jan 2011

Rumah susun bulan depan ditempati

                
Jakarta, Kompas - Setelah tertunda selama dua tahun selama dua tahun, rumah susun Karet Tengsin akhirnya dapat ditempati awal Februari. Secara bertahap, 282 keluarga korban penggusuran akan menempati rusun yang berdekatan dengan rusun Karet Tengsin lama yang sudah berdiri sebelumnya.

Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan DKI Jakarta Agus Subandono, Rabu (19/1) di Jakarta Pusat mengatakan, rusun itu terpaksa dikosongkan selama hampir dua tahun karena aliran listrik dan air bersih tidak memadai untuk 282 unit rumah. Saat ini tegangan listrik dan jaringan air bersih akan ditambah sehingga semua unit rumah bakal terlayani dengan baik.

Karena kosong selama hampir dua tahun, bangunan rusun mengalami kerusakan dan kotor karena dicoret-coret. Oleh karena itu, kontraktor rusun tersebut diminta memperbaiki kerusakan dan membersihkan unit yang kotor. Proses perbaikan dan pembersihan tidak dapat berlangsung cepat sehingga proses penempatan penghuni rusun akan dilakukan bertahap. Tahap pertama 100 unit akan ditempati awal Februari, sementara 182 keluarga lainnya akan masuk pada Maret 2011.

Pembukaan unit rusun secara bertahap juga dilakukan karena pasokan listrik dan air bersih belum langsung lancar untuk 282 unit sekaligus. PLN dan PT PALYJA sudah sepakat memenuhi kebutuhan rusun Karet Tengsin, tetapi bertahap.

Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Ahmad Husein Alaydrus mengatakan, Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan DKI harus lebih selektif saat memasukkan penghuni baru ke dalam rusun itu. Semua penghuni seharusnya korban penggusuran, bukan orang kaya yang mengambil jatah korban.

 “Banyak rusun yang diperuntukkan bagi korban penggusuran ternyata diisi orang kaya. Di halaman rusun itu banyak terdapat mobil mewah. Ini salah peruntukkan,”kata Alaydrus.

Pemeriksaan ulang identitas warga yang akan menjadi penghuni rusun sangat penting. Rusun Karet Tengsin memiliki lokasi yang stategis di tengah kota dan menjadi incaran masyarakat menengah atas.


Kompas, 20 Januari 2011, hal. 27