Perencanaan Masa Depan

Pada pertengahan masa kontrak, PALYJA, PAM Jaya dan pemerintah DKI Jakarta masih menghadapi berbagai tantangan untuk periode 2011-2023; dimana diperlukan berbagai upaya dan niat baik dari kedua belah pihak

MASALAH YANG SANGAT MENONJOL DAN TANTANGAN
Investasi yang dibiayai melalui tarif (skema full cost recovery) masih terlalu rendah untuk dapat memenuhi dan membiayai penambahan dan peremajaan aset yang sudah tua; peningkatan mutu pelayanan seraya menghadapi kebutuhan air yang terus meningkat, serta memperluas jangkauan pelayanan. Untuk itu perlu diupayakan alternatif pendanaan.

Upaya-upaya pemberantasan terhadap sambungan ulegal dan pemakaian air secara ilegal (dengan dukungan dan langkah-langkah pemerintah) sangat diperlukan agara secara signifikan dapat menurunkan tingkat kehilangan air (NRW) untuk mencapai target kurang dari 30% selama masa kontrak.
…………………………………………………………………………………………………………………………………………

MEMENUHI KEBUTUHAN AIR
Konversi sumur dalam (penggunaan air tanah) ke air perpipaan yang terus disosialisasikan oleh pemerintah DKI melalui kebijakan pajak air tanah dalam untuk pengguna sumur dalam, merupakan kunci untuk menanggulangi penurunan permukaan tanah di ibukota. Dikemudian hari diharapkan kebijakan ini juga diterapkan pada sumur dangkal.

Pengadaan sumber-sumber air baru dalam waktu dekat sedang diupayakan oleh PALYJA seperti di Taman Kota, di Cilandak dan lain-lain. Diharapkan pula bantuan pemerintah daerah dan pusat guna peningkatan dan perluasan pelayanan.
…………………………………………………………………………………………………………………………………………