Tantangan PALYJA
TANTANGAN SUMBER AIR
Pelayanan air di Jakarta Barat bergantung pada sumber air yang sama sejak 13 tahun perjanjian kerjasama dimulai. Secara umum sistem sumber air saat ini mencukupi penyediaan air secara berkelanjutan untuk 5 juta penduduk Jakarta Barat yang berkembang terus dengan pesat. Penyebab yang paling utama adalah karena sumber air saat ini dan pasokan transmisi dari fitur utamanya sangat rawan terganggu:
- Segi kualitas (tergantung polusi dan kekeruhan tinggi selama musim hujan lebat).
-
Segi kuantitas (tergantung pada peristiwa alam eksternal: air pasang, banjir, kekeringan, pendangkalan dan keadaan yang tidak terduga seperti gangguan PLN, dan risiko potensi gangguan pada kedua stasiun pemompaan di Curug dan Cawang.
KEBUTUHAN PEMBIAYAAN ALTERNATIF
Sumber dana untuk investasi utama yang berkaitan dengan peningkatan sumber air dan pelaksanaan jalur transmisi ke daerah yang sangat membutuhkan, baik melalui pembiayaan bersama melalui APBD, APBN atau lembaga keuangan internasional dan kontribusi donor, harus dimobilisasi.